Niat Penuh Puasa Ramadhan

Khoirun Nisa Nur’aini |

Apakah wajib mengulang niat puasa setiap hari di bulan Ramadhan? Ataukah cukup niat sekali saja untuk puasa sebulan penuh?

“يقول صلى الله عليه وسلم:”إنما الأعمال بالنيات

(متفق عليه)

Nabi Saw. bersabda: ” Amalan-amalan itu tergantung pada niatnya.”

عن حفصة أم المؤمنين رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:”من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له”

(رواه أبو داود والترمذي)

Hadits dari Hafsah Ummul Mukminin Ra, bahwa Nabi Saw. bersabda:”Barangsiapa yang tidak berniat untuk berpuasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)

  1. Niat hukumnya wajib (rukun) baik dalam puasa wajib maupun sunah.
  2. Niat itu tempatnya di dalam hati, apabila juga diucapkan dengan lisan maka lebih baik.

Darul Ifta Mesir (Syekh Ali Jum’ah, 3520, 20 Mei 2005) menyatakan, bahwa sebagian Ulama berpendapat: “Hendaknya berniat setiap malam Ramadhan. Tidak cukup apabila satu niat untuk seluruh bulan Ramadhan. Hal ini karena puasa bulan Ramadhan bukan satu ibadah saja, akan tetapi beberapa ibadah yang berulang – ulang, karena itu setiap ibadah harus dengan satu niat khusus.  Niat ini wajib dilakukan pada malam hari, sejak setelah maghrib sampai sebelum waktu subuh tiba. Apabila niatnya baru dimaksudkan setelah waktu subuh, maka batal niatnya dan secara otomatis puasanya pun batal serta wajib diqadha.”

Baca Juga: Puasa Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui

Menurut pendapat Imam Malik, niat puasa satu kali untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan hukumnya sunah. Berikut beberapa faedahnya:

  • Puasa seseorang yang lupa berniat di malam harinya dianggap sah, menurut Madzhab Imam Malik
  • Mendapat pahala utuh jika ia meninggal sebelum menuntaskan puasa 1 bulan penuh, karena ia telah berniat puasa satu bulan lamanya.

Disebutkan oleh Maulana Syekh Ali Jum’ah dan dinukil oleh Syeikh Yusri Jabr agar mudah mengingat, hendaknya setiap berbuka puasa langsung melafalkan dua hal yaitu;

  1. Doa berbuka puasa di hari itu, lalu makan dan minum untuk berbuka puasa.
  2. Kemudian niat puasa keesokan harinya.

Berikut kami cantumkan beberpa hal terkait perbedaan niat puasa wajib dan sunnah:

Niat dalam Puasa WajibNiat dalam Puasa Sunah
Waktu berniat dimulai sejak terbenam matahari hingga terbit fajar, maka di malam hari ia wajib berniat (tabyit)Waktu berniat dimulai sejak terbenam matahari hingga sebelum zawal (masuknya waktu dzuhur) tidak wajib niat malam hari.
Wajib mengkhususkan niat puasa Ramadhan & puasa kafarah (ta`yin).Tidak wajib mengkhususkan niat puasa kecuali puasa pada hari tertentu seperti puasa hari Arafah.
Tidak boleh berniat 2 puasa wajib dalam satu hari.Boleh berniat 2 puasa sunah dalam satu hari.

 

Lafal Niat Puasa dalam Kitab Taqrirat Sadidah:

– Paling minimimal yang dianggap cukup (sah), mengucapkan dalam hati dengan sadar:

نويت صوم غد عن رمضان

Saya niat puasa esok hari dibulan ramadhan“.

– Paling sempurna mengucapkan di dalam hati dan melafalkan dengan lisan:

نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان هذه السنة لله تعالى

Aku niat berpuasa esok hari melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala“.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab.

 

*Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Jurusan Ilmu Hadits yang saat ini sedang mengabdi di salah satu lembaga pendidikan di Kota Surakarta.

Share

Pengasuh: Dr. Mahmudi Muhson, Lc. MA. Dr. Ahmad Ikhwani, Lc. MA. Dr. Aang Asy'ari, Lc. M. Si. Dr. Bakhrul Huda, Lc. M. E. I. Dr. Ahmad Subqi, Lc. M. Ag. Ahmad Hadidul Fahmi, Lc. Muhammad Amrullah, Lc. Imam Nawawi, Lc. MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *