Puasa Bagi Wanita Hamil dan Menyusui

Khoirun Nisa Nur’aini |

ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون“. (البقرة:١٨٣)

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana diwajibkan puasa atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.  

Secara bahasa as-syiyam (puasa) artinya al-imsak menahan. Secara syariat puasa (as-syiyam) artinya menahan diri dari semua hal yang membatalkan puasa sejak dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat tertentu.

Ada golongan yang tidak puasa di bulan Ramadhan, namun menggantinya di hari lain (qadha) dan ada pula yang diwajibkan menggantinya dengan fidyah. Ada juga yang menggantinya dengan qadha serta fidyah sekaligus.

Lalu bagaimana hukum puasa bagi wanita hamil?

Darul Ifta’ Mesir (Syekh Ali Jum’ah, 4308, 21 April 2004) menyatakan bahwa: Perempuan wajib berpuasa ketika sedang hamil selama tidak membahayakan janinnya. Akan tetapi jika dikhawatirkan akan membahayakan dirinya atau janinnya, maka boleh baginya untuk berbuka dan mengganti puasa yang telah ia lewati di kemudian hari.

Baca Juga: Dimanakah Allah Swt. Berada?

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلَاةِ، وَعَنِ الْحَمْلِ وَالْمُرْضِعِ الصَّوْمَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Swt.  mengangkat dari musafir (keringanan) kewajiban puasa dan setengah salat (jamak qashar), serta dari ibu hamil dan menyusui kewajiban puasa” (HR. Ahmad)

Berikut ringkasan konsekuensi hukum bagi ibu hamil dan menyusui bila meninggalkan puasa Ramadhan:

  1. jika ia tidak puasa karena takut terjadi apa-apa pada dirinya, maka hanya wajib qadha puasa saja.
  2. jika ia tidak puasa karena takut terjadi apa-apa pada bayinya, maka wajib qadha dan fidyah.
  3. jika ia tidak puasa karena takut terjadi apa-apa pada dirinya dan bayinya, maka wajib qadha puasa.

*Alumni Universitas Al-Azhar Mesir, Jurusan Ilmu Hadits yang saat ini sedang mengabdi di salah satu lembaga pendidikan di Kota Surakarta.

Share

Pengasuh: Dr. Mahmudi Muhson, Lc. MA. Dr. Ahmad Ikhwani, Lc. MA. Dr. Aang Asy'ari, Lc. M. Si. Dr. Bakhrul Huda, Lc. M. E. I. Dr. Ahmad Subqi, Lc. M. Ag. Ahmad Hadidul Fahmi, Lc. Muhammad Amrullah, Lc. Imam Nawawi, Lc. MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *